LIPUTAN KHUSUS SOLO — Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, masih menjadi perhatian. Berdasarkan informasi terbaru, sejumlah kobaran api telah berhasil dikendalikan, namun kepulan asap tebal masih terlihat dari kawasan tumpukan sampah.
Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan kondisi api tidak lagi berkobar seperti saat kebakaran pertama terjadi. Meski demikian, asap masih muncul dari beberapa bagian tumpukan sampah sehingga penanganan dan pemantauan tetap dilakukan.
Sejumlah unsur gabungan juga masih berada di sekitar lokasi. Tenda Satgas PMI, ambulans, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta personel TNI/Kodim masih disiagakan untuk mengantisipasi apabila kembali muncul titik api maupun dampak asap terhadap masyarakat.
Kebakaran TPA Putri Cempo sebelumnya meluas akibat kondisi angin yang cukup kencang. Petugas gabungan dari berbagai wilayah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Pada Jumat (4/9/2026), upaya pemadaman juga dilakukan menggunakan water bombing. Helikopter polisi dilaporkan mengambil air dari Bengawan Solo dan menjatuhkannya ke kawasan yang masih membutuhkan penanganan.
Pemerintah Kota Surakarta juga telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terkait kebakaran TPA Putri Cempo. Salah satu langkah penanganan yang disiapkan adalah penggunaan metode water bombing dengan bantuan Polda Jawa Tengah.
Dampak asap juga dirasakan warga di sekitar lokasi. Sebelumnya, sebanyak 75 warga RW 39, Mojosongo, sempat mengungsi akibat kepulan asap kebakaran. Berdasarkan informasi terbaru, para warga tersebut telah kembali ke rumah masing-masing.
Kegiatan belajar mengajar juga sempat terdampak. Siswa SMPN 5 Solo dilaporkan dipulangkan lebih awal akibat kondisi asap dari kebakaran TPA.
Selain itu, kebakaran berdampak terhadap pelayanan sanitasi. Akses menuju Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Putri Cempo untuk sementara terganggu sehingga pelayanan penerimaan lumpur tinja dihentikan sampai kondisi dinyatakan aman.
Meski kobaran api utama mulai mereda, asap tebal yang masih muncul menunjukkan kawasan tersebut belum sepenuhnya bebas dari risiko. Petugas masih perlu melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api di dalam tumpukan sampah.
Jurnalis Hendri Siswanto

Social Header