LIPUTAN KHUSUS SRAGEN – Warga Kabupaten Sragen diimbau meningkatkan kewaspadaan setelah muncul modus penipuan baru yang mengatasnamakan LAZISNU. Pelaku yang dikenal berpenampilan religius ini nekat menggondol sepeda motor korban dengan dalih bantuan sosial.
Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, sedikitnya dua warga telah menjadi korban. Aksi pertama terjadi di wilayah Sambungmacan, disusul kejadian kedua di RT 07, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh.
Modus pelaku terbilang rapi dan terencana. Ia terlebih dahulu membangun kepercayaan warga dengan cara menginap di masjid selama beberapa hari. Sikapnya yang santun dan religius membuat warga tidak menaruh curiga.
“Pelaku ini sabar, bisa menginap sampai tiga hari di masjid demi mendapatkan kepercayaan,” ungkap Ahmad Mulyono, staf LAZISNU yang mendampingi korban saat melapor ke Polres Sragen, Minggu (3/5/2026).
Setelah mendapat simpati, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan menjanjikan bantuan dana sosial. Ia bahkan mengajak korban mendatangi kantor LAZISNU untuk meyakinkan. Namun, itu hanya tipu daya—pelaku tidak benar-benar mengurus administrasi.
Puncak aksinya terjadi saat pelaku mengajak korban ke masjid dengan berbagai alasan. Di sana, ia meminjam sepeda motor lengkap dengan KTP dan STNK korban, dengan dalih untuk keperluan fotokopi sebagai syarat pencairan bantuan.
Setelah mendapatkan kunci dan dokumen, pelaku langsung kabur. Korban baru menyadari telah ditipu setelah menunggu berjam-jam tanpa kejelasan.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif. Identitas pelaku dikabarkan sudah dikantongi, diperkuat dengan rekaman CCTV dan keterangan saksi.
Pihak LAZISNU menegaskan bahwa seluruh program bantuan dilakukan secara resmi dan tidak pernah meminta kendaraan maupun dokumen asli dari masyarakat.
Warga diimbau untuk tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal, meskipun berpenampilan religius. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke pengurus masjid atau aparat setempat.
Pesan untuk masyarakat: Jangan sampai niat baik dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Tetap waspada, jangan serahkan aset berharga kepada siapa pun tanpa kejelasan resmi.
Jurnalis Hendri S

Social Header