LIPUTAN KHUSUS SRAGEN – Penderitaan warga Dusun Klinge, Kelurahan Gringging, Kecamatan Sambungmacan, seakan tak pernah berakhir. Selama lebih dari satu dekade, warga RT 24, 25, dan sekitarnya harus hidup berdampingan dengan aroma limbah menyengat yang diduga berasal dari septic tank komunal tak terawat.
Bau busuk yang menusuk hidung itu bahkan disebut semakin parah saat sore menjelang maghrib dan ketika hujan turun.
“Bukan cuma bau, ini sudah mengganggu kesehatan. Nafsu makan hilang, anak-anak sering mual,” ungkap Parno, salah satu warga dengan nada kesal.
Keluhan serupa disampaikan Amini, ibu rumah tangga setempat. Ia mengaku khawatir kondisi ini sudah mencemari sumber air warga.
“Kalau hujan, baunya makin parah. Air juga ikut bau. Kami takut sumur sudah tercemar,” ujarnya.
Ironisnya, persoalan ini bukan hal baru. Ketua RT 26, Simun, menyebut fasilitas sanitasi tersebut merupakan proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Namun sejak awal, warga sekitar tidak dilibatkan.
“Tidak pernah ada sosialisasi. Sekarang dampaknya kami yang menanggung,” tegasnya.
Lebih memprihatinkan lagi, warga mengaku seperti “dipingpong” saat mencoba mencari solusi. Laporan ke pihak kelurahan justru diarahkan ke paguyuban, sementara paguyuban disebut tidak mengambil tanggung jawab.
“Seolah semua angkat tangan. Tidak ada yang benar-benar peduli,” keluh warga.
Upaya mediasi yang telah dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun pun tidak membuahkan hasil. Bahkan, pihak pengelola disebut lepas tangan dengan alasan bukan lagi tanggung jawab mereka.
Kini, kesabaran warga telah habis. Mereka menuntut tindakan tegas: penutupan permanen septic tank komunal tersebut.
“Ini bukan sekadar bau, ini soal hak hidup kami atas lingkungan yang sehat,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gringging, Gathot Yunianto, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen segera turun tangan, sebelum dampak pencemaran semakin meluas dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Jurnalis Hendri S

Social Header