Breaking News

MOBIL BARU PROGRAM KDKMP SUDAH MOGOK! Mahindra KDKMP Bikin Publik Geram, Pengadaan Dipertanyakan


LIPUTAN KHUSUS SALATIGA – Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kembali jadi sorotan. Sebuah mobil operasional jenis Mahindra asal India plat  B 9919 XIY, yang merupakan bagian dari engadaan pemerintah, mendadak mogok di Jalan Lingkar Salatiga.

Ironisnya, kendaraan tersebut disebut-sebut masih baru dan belum lama digunakan. Alih-alih menjadi penopang aktivitas ekonomi desa, mobil itu justru berhenti tak berdaya di jalan.

Peristiwa ini sontak memicu gelombang kritik. Publik mempertanyakan kualitas kendaraan sekaligus proses pengadaan yang dinilai janggal.

“Bagaimana mungkin mobil baru sudah bermasalah? Ini bukan barang bekas,” ujar Mutaqin.

Sorotan tidak berhenti pada insiden mogok semata. Masyarakat juga mempertanyakan apakah uji kelayakan kendaraan benar-benar dilakukan secara maksimal sebelum didistribusikan ke lapangan.

Selain itu, kesiapan layanan purna jual ikut dipertanyakan. Ketersediaan suku cadang hingga jaringan servis menjadi kekhawatiran tersendiri jika kendaraan tersebut digunakan secara masif di desa-desa.

Di tengah besarnya anggaran program, publik berharap setiap unit yang dibeli benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan lapangan. Namun kejadian ini justru memunculkan kecurigaan lebih jauh.

Apakah ini sekadar gangguan teknis biasa, atau ada persoalan serius dalam proses pengadaan?

Sejumlah warga pun angkat bicara. Muntohar menilai penggunaan kendaraan impor menunjukkan kurangnya kepercayaan terhadap produk dalam negeri, serta adanya dugaan orientasi keuntungan.

Sementara itu, Arman Gita menyoroti potensi pemborosan anggaran. Menurutnya, semakin sering kendaraan rusak, maka biaya perawatan yang telah dianggarkan justru bisa terus membengkak.

“Kalau sering rusak, anggaran perawatan makin besar. Ini yang perlu diawasi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab mogoknya kendaraan tersebut. Publik kini menunggu transparansi dan evaluasi menyeluruh agar program yang seharusnya membantu masyarakat tidak berubah menjadi beban baru.

Jurnalis Hendri s
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID