LIPUTAN KHUSUS KARANGANYAR --- Citra pariwisata di Kabupaten Karanganyar tengah menjadi sorotan setelah muncul insiden yang mengganggu kenyamanan wisatawan saat beribadah di Candi Cetho, Kecamatan Jenawi. Peristiwa ini memicu evaluasi serius terhadap standar pelayanan wisata religi di wilayah tersebut.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar bergerak cepat dengan menyiapkan pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan, khususnya di destinasi wisata religi. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala Disparpora Karanganyar, Yoppi Eko Jati Wibowo, menyayangkan insiden tersebut. Berdasarkan laporan, kejadian dialami seorang pemuka agama asal Ubud, Bali, saat tengah menjalankan ibadah.
Ia mengungkapkan adanya oknum yang menawarkan suvenir kepada pengunjung saat ritual berlangsung. Praktik tersebut dinilai tidak sesuai dengan etika pelayanan wisata religi.
“Menawarkan barang saat wisatawan beribadah jelas tidak tepat dan bisa mencoreng citra pariwisata Karanganyar,” tegasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat posisi kunjungan wisata Karanganyar kini berada di peringkat ke-25 di Jawa Tengah, turun dari posisi teratas pada 2024.
Pemerintah daerah menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi penting. Pembenahan akan dilakukan melalui edukasi kepada pelaku wisata, bukan dengan mengganti petugas di lapangan.
Disparpora berencana memberikan pembinaan langsung agar pelayanan terhadap wisatawan religi, khususnya umat Hindu, bisa lebih baik. Tujuannya agar wisatawan dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.
Selain itu, pemahaman terhadap SOP wisata religi akan diperkuat. Edukasi dilakukan bertahap, mengingat latar belakang pelaku wisata yang beragam.
Masukan dari tokoh agama Hindu juga menjadi perhatian, terutama terkait etika pendampingan ibadah dan aturan berpakaian di kawasan suci.
Saat ini, masih ditemukan petugas atau pemandu yang belum memahami ketentuan tersebut secara menyeluruh. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Ke depan, pembenahan diharapkan mampu menjaga citra destinasi wisata religi di Karanganyar, termasuk Candi Sukuh. Disparpora juga berencana mengajak pelaku wisata belajar ke daerah lain yang telah memiliki pengelolaan wisata religi lebih baik.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata Karanganyar, sehingga wisatawan dapat beribadah dengan nyaman dan citra daerah tetap terjaga.
Jurnalis: Hendri S

Social Header