LIPUTAN KHUSUS SOLO --- Insiden kecelakaan kereta api kembali mengguncang Kota Solo. Seorang pria tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api barang Parcel Tengah 301 di jalur antara Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Balapan, Jumat (17/4/2026) malam.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 23.53 WIB, tepatnya di bawah Flyover Manahan, sisi utara kawasan Hotel Agas. Suasana malam yang lengang berubah mencekam saat kereta yang melaju dari arah timur ke barat tiba-tiba menabrak seorang pria yang berdiri di tengah rel.
Kapolsek Banjarsari, Harno, mengungkapkan bahwa masinis sempat melihat korban di lintasan. Namun, jarak yang terlalu dekat membuat kereta tidak mungkin berhenti mendadak.
“Masinis sudah melaporkan ke PPKA Stasiun Purwosari, tapi karena jarak sangat dekat, tabrakan tidak bisa dihindari,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi luka berat tanpa membawa identitas. Penampilan korban yang tidak terurus sempat membuat polisi menduga ia merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Setelah dilakukan olah TKP dan identifikasi oleh Tim INAFIS Polresta Surakarta, identitas korban akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sunendu (54), seorang petani asal Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr Moewardi untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya menghubungi pihak keluarga.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api, terutama pada malam hari, karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalur kereta api adalah tanggung jawab bersama. Kelalaian sekecil apa pun bisa berujung pada tragedi.
Jurnalis Hendri s

Social Header