LIPUTAN KHUSUS BOYOLALI – Suasana perayaan hari ulang tahun salah satu SMK Negeri di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, berubah mencekam pada Kamis (23/4/2026) sore. Belasan siswa diamankan aparat kepolisian usai terlibat tawuran dengan kelompok pelajar dari sekolah lain.
Yang lebih mengejutkan, sejumlah siswa diduga berada di bawah pengaruh minuman keras jenis ciu saat bentrokan terjadi.
Polisi juga menerima informasi adanya pelajar yang membawa senjata tajam dalam aksi tersebut.
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Sekelompok siswa SMK Negeri di Mojosongo berkumpul di sebuah basecamp yang berada di belakang warung, tak jauh dari lingkungan sekolah. Mereka diduga tengah merayakan hari jadi sekolah sambil mengonsumsi minuman keras.
Namun, suasana yang awalnya meriah mendadak berubah kacau saat rombongan pelajar dari sekolah lain melintas dan diduga melakukan provokasi. Tak lama kemudian, bentrokan pun pecah.
Seorang warga setempat, Anang, mengungkapkan bahwa para pelajar tampak sudah mempersiapkan diri sebelum tawuran berlangsung.
"Yang dari SMK di Mojosongo kayaknya juga sudah persiapan bawa senjata tajam," ujarnya.
Beruntung, aksi brutal itu segera dihentikan setelah seorang anggota polisi yang kebetulan melintas langsung turun tangan membubarkan massa. Kelompok pelajar penyerang melarikan diri, sementara belasan siswa SMK Negeri Mojosongo kembali ke basecamp.
Tak berselang lama, unit patroli datang dan langsung mengepung lokasi. Dari tempat kejadian, polisi menemukan dua botol minuman keras yang sebagian isinya telah habis. Sejumlah siswa yang diamankan juga tercium aroma alkohol yang kuat.
Kepada petugas, para siswa mengakui bahwa mereka baru saja merayakan ulang tahun sekolah dengan pesta miras sebelum akhirnya terlibat tawuran.
Untuk mencegah bentrokan susulan, belasan pelajar tersebut langsung dibawa ke Mapolres Boyolali menggunakan mobil patroli. Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari senjata tajam yang sempat dilaporkan warga.
Saat ini, para siswa menjalani pemeriksaan dan pembinaan. Pihak sekolah serta orang tua mereka juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
Kepolisian mengingatkan seluruh pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, khususnya saat momen perayaan, agar tidak berujung pada tindakan kriminal dan membahayakan keselamatan banyak orang.
Jurnalis Hendri s

Social Header