Breaking News

Detik-Detik Kompor Meledak di Dapur Umum Banjir Grogol: Api Menyambar Relawan, 2.500 Porsi Nyaris Terhenti


LIPUTAN KHUSUS SUKOHARJO — Kepanikan mendadak pecah di dapur umum penanganan banjir di Kantor Kecamatan Grogol, Rabu (15/4/2026) malam. Di tengah kesibukan memasak ribuan porsi makanan, sebuah kompor tiba-tiba “mengamuk” dan meledak, menyambar tiga relawan yang tengah berjibaku membantu korban banjir.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat dapur umum dalam kondisi paling sibuk. Puluhan relawan tampak bergerak cepat, memasak dan menyiapkan logistik bagi ribuan warga terdampak banjir—baik yang berada di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah.

Namun situasi berubah dalam hitungan detik.
Api dari salah satu kompor mendadak membesar tak terkendali, lalu disusul letupan keras yang memecah konsentrasi. Tiga relawan yang berada paling dekat langsung tersambar api, memicu teriakan dan kepanikan di lokasi.


“Awalnya memang saat dinyalakan apinya sempat membesar, tapi masih bisa dikendalikan. Saat dipakai memasak, tiba-tiba membesar lagi hingga akhirnya sempat meleduk,” ungkap Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya.

Ledakan tersebut sontak membuat aktivitas terhenti. Beberapa relawan mundur menjauh, sementara yang lain sigap mengevakuasi korban dan memastikan api tidak merembet ke area lain.
Beruntung, tidak ada korban luka serius. Ketiga relawan hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan di lokasi tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.

Di balik insiden itu, langkah antisipasi sebelumnya terbukti menyelamatkan situasi dari potensi yang lebih buruk. Sejumlah barang mudah terbakar—termasuk kendaraan di sekitar dapur—telah lebih dulu diamankan saat kompor mulai menunjukkan gejala tidak normal.

“Barang-barang sudah dijauhkan lebih dulu, jadi tidak sampai merembet. Itu yang membuat situasi tetap terkendali,” jelas Herdis.

Meski sempat dihantam kepanikan, semangat relawan tak padam.
Setelah situasi dinyatakan aman, aktivitas dapur umum kembali dilanjutkan. Target memasak sekitar 2.500 porsi makanan tetap dikejar demi memastikan kebutuhan warga terdampak banjir terpenuhi.
Malam itu, dapur umum bukan sekadar tempat memasak—melainkan simbol perjuangan dan solidaritas. Di tengah ancaman bahaya dan keterbatasan, para relawan tetap berdiri di garis depan, memastikan tak ada warga yang kelaparan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik kerja kemanusiaan, selalu ada risiko yang mengintai. Namun lebih dari itu, juga menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong jauh lebih besar daripada rasa takut.


Jurnalis Hendri s
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID