Breaking News

Dari Kandang Menjangan ke Garda Senyap: 74 Tahun Jejak Legendaris Kopassus Mengawal Negeri


LIPUTAN KHUSUS KARTASURA --- Indonesia kembali menorehkan momen bersejarah. Tepat pada Kamis, 16 April 2026, Komando Pasukan Khusus memperingati hari ulang tahunnya yang ke-74—sebuah perjalanan panjang penuh pengabdian, keberanian, dan operasi-operasi strategis yang senyap namun menentukan arah bangsa.

Sejak didirikan pada 1952, Kopassus telah menjelma menjadi satuan elite di bawah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang dikenal tangguh, disiplin, dan adaptif menghadapi dinamika ancaman zaman. Dari operasi penumpasan pemberontakan di masa awal kemerdekaan hingga misi kontra-terorisme modern, Kopassus selalu hadir di garis depan—bekerja dalam bayang, namun berdampak nyata.

Mengusung tema “Garda Senyap untuk Negeri”, peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi mendalam atas jati diri prajurit baret merah. “Garda Senyap” mencerminkan strategi operasi yang presisi tanpa sorotan, sementara “Untuk Negeri” menjadi penegasan bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, adalah demi kedaulatan Indonesia.

Di balik ketangguhan Kopassus, tersimpan jejak sejarah yang tak kalah menarik. Salah satu markas pentingnya berada di kawasan legendaris Kandang Menjangan, yang kini menjadi Markas Grup 2 Kopassus di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Nama “Kandang Menjangan” bukan sekadar sebutan, melainkan warisan sejarah panjang dari era Kesultanan Mataram. Kawasan ini dulunya merupakan bagian dari pusat pemerintahan di Keraton Kartasura. Namun, pasca peristiwa besar Geger Pecinan, raja Paku Buwono II memindahkan ibu kota ke Surakarta pada 1745, meninggalkan Kartasura yang kemudian berubah menjadi hutan lebat.

Barulah pada masa pemerintahan Paku Buwono IV sekitar tahun 1811, kawasan tersebut ditemukan kembali sebagai habitat satwa liar, termasuk menjangan atau rusa. Dari situlah lahir nama “Kandang Menjangan”, yang hingga kini tetap hidup meski fungsinya telah berubah menjadi pusat kekuatan militer elite Indonesia.

Transformasi dari hutan kerajaan menjadi markas pasukan khusus menggambarkan bagaimana sejarah dan kekuatan modern berpadu dalam satu ruang yang sama. Jejak masa lalu tetap terjaga, sementara semangat pengabdian terus menyala.

Memasuki usia ke-74, Kopassus tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga mempertegas komitmen menghadapi tantangan keamanan masa depan—baik konvensional maupun non-konvensional. Nilai-nilai loyalitas, keberanian, dan profesionalisme tetap menjadi fondasi utama setiap prajurit.

Di tengah sorotan yang minim, Kopassus tetap berdiri sebagai “penjaga sunyi” negeri ini—bekerja tanpa banyak kata, namun selalu hadir saat negara membutuhkan.


Jurnalis Hendri s
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID