Breaking News

PENGHUNI MASIH TERLELAP, API MELALAP RUMAH DI BOYOLALI! PEDAGANG HIK BERGERAK CEPAT BANGUNKAN WARGA

LIPUTAN KHUSUS BOYOLALI — Ketika sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur, kebakaran melanda sebuah rumah di Dukuh Karang Turi, Desa Mudal, Kabupaten Boyolali, Jumat (23/10/2026) dini hari. Di tengah situasi yang membahayakan, seorang pedagang angkringan atau HIK bernama Babe Kecuk bergerak cepat membangunkan penghuni rumah agar segera menyelamatkan diri.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 02.05 WIB. Api yang muncul saat penghuni rumah masih tertidur membakar sejumlah bagian bangunan, meliputi dapur, gudang, dan garasi.

Mendapat informasi mengenai kebakaran itu, Babe Kecuk langsung bergegas menuju lokasi. Ia berulang kali menggedor pintu rumah untuk membangunkan penghuni yang masih berada di dalam bangunan.

Upaya tersebut membuat penghuni rumah terbangun dan segera dievakuasi ke luar. Situasi yang berpotensi membahayakan itu pun berhasil dilalui tanpa adanya korban jiwa maupun korban luka.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, Supriyono, menyampaikan bahwa petugas menerima penanganan kejadian kebakaran yang berlangsung sejak dini hari tersebut.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.01 WIB, setelah petugas melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.

Meski kobaran api membakar bagian dapur, gudang, dan garasi, bangunan utama rumah beserta isinya berhasil diselamatkan. Keberhasilan menyelamatkan bagian utama rumah tersebut menjadi salah satu hal penting di tengah insiden yang terjadi ketika penghuni masih tertidur.

Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran pada dini hari memiliki risiko besar, terutama ketika penghuni bangunan belum menyadari adanya bahaya.

Dalam kejadian di Dukuh Karang Turi tersebut, tindakan Babe Kecuk yang segera mendatangi lokasi dan membangunkan penghuni menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan.

Keberanian untuk bertindak cepat, tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri, dapat membantu memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menyelamatkan diri ketika situasi darurat terjadi.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, termasuk memeriksa instalasi listrik, penggunaan peralatan memasak, serta memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang.

Liputan Khusus mencatat: Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran ini. Namun, kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50 juta menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan respons cepat sangat diperlukan untuk mengurangi dampak kebakaran.

Jurnalis Hendri S
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID