LIPUTAN KHUSUS BOYOLALI — Kebakaran terjadi di ruang mesin produksi PT Kiky Solo Murni yang berada di Dukuh Bangak, Desa Batan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/10/2026) siang. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke bagian bangunan lainnya.
Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali, Supriyono, menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima petugas pada pukul 14.29 WIB. Informasi awal kebakaran diperoleh dari keterangan saksi bernama Viktor Everson.
Menurut keterangan tersebut, api pertama kali diketahui oleh operator mesin produksi BHW yang melihat kobaran api di ruang mesin produksi. Informasi itu kemudian diteruskan kepada komandan regu, Efin Prasetya, yang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
DAMKAR BOYOLALI DAN SOLO KERAHKAN ARMADA
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran dari Boyolali dan Solo segera menuju lokasi kejadian. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
Penanganan turut melibatkan BPBD Solo, unsur TNI, Polri, serta relawan yang membantu proses penanggulangan kebakaran.
"Begitu mendapat laporan pukul 14.29 WIB, Regu 03 langsung bergerak ke lokasi. Kami dibantu Damkar Solo, BPBD Solo, TNI, Polri, dan relawan," ujar Supriyono.
Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, sumber kebakaran diduga berasal dari mesin produksi BHW. Respons cepat petugas membuat kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bagian bangunan lainnya.
"Api berasal dari ruang mesin produksi BHW dan berhasil kami padamkan dengan cepat sehingga tidak merembet," jelasnya.
PRODUKSI SEMPAT DIHENTIKAN, KERUGIAN MASIH DIDATA
Akibat kejadian tersebut, aktivitas produksi di PT Kiky Solo Murni sempat dihentikan sementara untuk mendukung proses penanganan dan memastikan kondisi lokasi aman.
Dalam peristiwa ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Petugas juga telah melakukan pemeriksaan kondisi lokasi serta pemadaman secara menyeluruh guna mengantisipasi potensi munculnya kembali api.
Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Penyebab pasti kebakaran juga belum dapat dipastikan karena informasi yang tersedia baru berdasarkan pemeriksaan awal petugas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap mesin produksi dan sistem keselamatan kebakaran di lingkungan industri. Langkah pencegahan, kesiapan alat pemadam, serta respons cepat saat terjadi keadaan darurat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kebakaran dan dampaknya terhadap aktivitas produksi.
Jurnalis Hendri S

Social Header