LIPUTAN KHUSUS BOYOLALI — Kecelakaan maut terjadi di turunan Kenteng, wilayah Penggung, Kabupaten Boyolali. Sebuah truk trailer bernomor polisi H 8626 OH terjun ke jurang sedalam sekitar 10–15 meter hingga menyebabkan sopirnya meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Rakha Vijay Vijaya (31), warga Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan. Saat kecelakaan terjadi, korban diketahui mengemudikan truk seorang diri tanpa membawa kernet.
Peristiwa tersebut berlangsung dramatis. Petugas membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mengevakuasi korban dari dalam kabin kendaraan yang ringsek dan terjepit.
Truk diketahui membawa muatan sekitar 20 ton kapas. Posisi kabin sopir berada di antara badan kendaraan dan tumpukan bal kapas. Korban ditemukan dalam kondisi terjepit pada bagian leher, tepatnya di antara dashboard dan jok penumpang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Bambang Nova mengatakan proses evakuasi korban dilakukan sejak sekitar pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB.
Setelah berhasil dikeluarkan dari kabin, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan sementara kepolisian, truk trailer tersebut sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Sragen.
Sebelum terjun ke jurang, kendaraan diduga bergerak ke arah kanan hingga melintasi jalur berlawanan. Truk kemudian menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya keluar dari badan jalan dan terperosok ke jurang.
Polisi sementara menduga kecelakaan tersebut berkaitan dengan microsleep, yakni kondisi pengemudi mengalami tertidur atau kehilangan kesadaran dalam waktu sangat singkat akibat kelelahan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas pengereman yang cukup jelas sebelum kendaraan keluar jalur.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan microsleep belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama sebelum seluruh proses pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara selesai.
Setelah korban berhasil dievakuasi, pekerjaan petugas belum selesai. Badan truk trailer yang berada di dasar jurang masih harus dikeluarkan dari lokasi.
Proses evakuasi kendaraan dilakukan dengan menunggu bantuan crane dari perusahaan transportasi.
Kondisi medan yang berada di dasar jurang serta beratnya kendaraan dan muatan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengangkatan.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengemudi, khususnya saat melintasi jalur turunan. Kondisi tubuh yang lelah dan mengantuk dapat menyebabkan hilangnya kendali kendaraan hanya dalam hitungan detik.
Jurnalis Hendri S

Social Header