Breaking News

Ribuan Warga Serbu Gunungan Apem, Tradisi Wahyu Kliyu Jadi Magnet Budaya Karanganyar


LIPUTAN KHUSUS Karanganyar – Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Lapangan Desa Jatipuro, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, saat ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti Tradisi Wahyu Kliyu, salah satu warisan budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional.

Ribuan apem menjadi pusat perhatian dalam kirab budaya yang berlangsung meriah. Gunungan apem diarak sekitar 500 meter menuju lapangan desa, kemudian dibagikan kepada masyarakat dengan cara dilempar dari atas panggung sambil meneriakkan, "Wahyu Kliyu!". Momen tersebut disambut antusias warga yang saling berebut apem sebagai simbol berkah, keselamatan, dan harapan baik.

Pemandangan unik pun terlihat ketika banyak warga membalik payung yang semula digunakan untuk berteduh menjadi alat menangkap apem. Tradisi yang berlangsung setiap bulan Suro ini selalu menghadirkan suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan.

Kirab budaya semakin semarak dengan hadirnya puluhan kelompok peserta yang membawa gunungan hasil bumi, jajanan tradisional, hingga berbagai kuliner khas daerah. Setelah kirab usai, masyarakat masih disuguhi pertunjukan seni berupa festival karawitan, wayang kulit, dan kesenian tradisional lainnya.

Puncak Tradisi Wahyu Kliyu dilaksanakan tepat pukul 00.00 WIB dengan prosesi doa bersama. Masyarakat membawa apem dalam jumlah lebih banyak sebagai simbol permohonan keselamatan, perlindungan dari marabahaya, serta harapan agar terhindar dari pageblug atau wabah.

Tradisi Wahyu Kliyu bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan leluhur, mempererat persaudaraan, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan.

Jurnalis Hendri S
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID