Breaking News

KLATEN DARURAT KLITIH (BEGAL) "Bupati Turun Tangan, Korban Operasi dengan Biaya Sendiri, Warga Diminta Kurangi Keluar Malam"


LIPUTAN KHUSUS KLATEN – Kasus dugaan aksi klitih yang menimpa seorang remaja di Kabupaten Klaten kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Situasi ini bahkan membuat Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turun langsung menjenguk korban di rumahnya, Rabu (3/6/2026).

Korban berinisial A (19), warga Desa Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah, diduga menjadi sasaran aksi kekerasan jalanan saat berada di wilayah Kecamatan Prambanan pada dini hari. Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani operasi untuk menangani luka yang dideritanya.

Yang menjadi sorotan, biaya operasi sebelumnya ternyata ditanggung secara mandiri oleh keluarga korban. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Baznas dan sejumlah instansi terkait memberikan bantuan serta dukungan langsung kepada keluarga.

"Kami hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan proses pemulihan korban berjalan dengan baik," kata Hamenang saat mengunjungi korban.

Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, korban dalam peristiwa tersebut bukan hanya satu orang. Tercatat ada tiga korban yang diduga menjadi sasaran aksi kekerasan dalam kejadian yang sama.

Fakta tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah aksi kekerasan jalanan mulai kembali meresahkan Klaten?

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki kepentingan mendesak.

"Kalau tidak ada kegiatan penting, tidak usah keluar malam," tegasnya.

Selain itu, para orang tua diminta lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam kelompok atau aktivitas yang berpotensi memicu tindak kekerasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Warga berharap pelaku segera terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak kembali menimpa generasi muda Klaten.

"Jangan sampai jalanan malam menjadi tempat yang menakutkan bagi anak-anak muda Klaten. Pencegahan harus dilakukan sebelum korban berikutnya berjatuhan."

Jurnalis Hendri S
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID