Breaking News

Ribuan Ikan Nila Mati Mendadak di Waduk Cengklik, Petani Rugi Ratusan Juta Akibat Fenomena Upwelling


LIPUTAN KHUSUS  BOYOLALI — Fenomena upwelling atau pembalikan massa air di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, memicu kematian massal ribuan ikan nila budidaya di Karamba Jaring Apung (KJA), Jumat (15/5/2026). Peristiwa tersebut membuat para pembudidaya mengalami kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp117,6 juta.

Berdasarkan hasil pendataan sementara para pembudidaya, total ikan nila yang mati mencapai sekitar 4,2 ton. Ikan-ikan tersebut merupakan milik 11 pembudidaya yang tergabung dalam Kelompok Sumber Rejeki dan Kelompok Sumber Penguripan di Desa Sobokerto.

Gejala upwelling mulai terlihat sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. Puncak kematian ikan terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB ketika ribuan ikan nila tampak mengapung lemas di permukaan keramba.

Diduga, hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Waduk Cengklik pada Kamis malam menjadi pemicu utama terjadinya fenomena tersebut. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan lapisan air dasar waduk naik ke permukaan sambil membawa gas beracun dan endapan organik yang mengakibatkan kadar oksigen di dalam air menurun drastis.

Akibatnya, ikan-ikan budidaya mengalami kekurangan oksigen dan mati dalam waktu singkat.

Para pembudidaya mengaku terpukul dengan kejadian tersebut karena sebagian besar ikan yang mati sudah memasuki masa panen. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan stimulan untuk membantu pemulihan usaha budidaya yang terdampak.

Menanggapi kejadian itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali memastikan akan segera melakukan pendataan terhadap jumlah kerugian dan pembudidaya yang terdampak.

Kabid Perikanan Disnakkan Boyolali, Anton Sarwoko, mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemantauan kadar oksigen terlarut di perairan waduk guna memastikan kondisi kembali aman bagi budidaya ikan.

Sementara itu, para pembudidaya tetap melakukan pembersihan bangkai ikan secara mandiri agar tidak menimbulkan pencemaran lebih luas maupun memicu penyakit pada ikan yang masih bertahan hidup.

Ke depan, para peternak berencana mengevaluasi sistem budidaya mereka, termasuk mengurangi pemberian pakan saat cuaca mendung dan melakukan pengaturan keramba guna meminimalkan risiko penumpukan endapan organik penyebab upwelling kembali terjadi.

Jurnalis Hendri s
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID