LIPUTAN KHUSUS PEKALONGAN – Persoalan pencairan dana simpanan yang belum terselesaikan kembali menempatkan BMT Mitra Umat dalam sorotan publik. Minggu (24/5/2026), sejumlah nasabah mendatangi rumah Ketua BMT yang berada di kawasan Krapyak Lor Gang 3B, Kabupaten Pekalongan, guna meminta kejelasan terkait dana mereka yang hingga kini belum dapat dicairkan.
Kedatangan para anggota BMT tersebut bukan tanpa alasan. Sebagian mengaku telah menunggu cukup lama tanpa adanya kepastian kapan simpanan mereka dapat kembali diterima. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi Anggota yang mengandalkan dana tersebut untuk kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, maupun modal usaha.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para Anggota awalnya berharap mendapatkan penjelasan langsung dari pengurus terkait perkembangan penyelesaian persoalan yang mereka hadapi. Namun karena belum memperoleh jawaban yang dianggap memuaskan, sejumlah warga memilih mendatangi kediaman Ketua BMT untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Suasana di lokasi sempat berlangsung tegang. Para anggota BMT mempertanyakan tanggung jawab pengurus atas dana yang mereka simpan. Meski demikian, situasi tetap dapat dikendalikan setelah sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar berupaya menenangkan massa.
Andi Salah seorang anggota BMT mengaku kebingungan karena dana yang tersimpan di BMT belum dapat dicairkan hingga saat ini.
"Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada nasabah. Jangan sampai kami terus menunggu tanpa kepastian," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi gambaran besarnya kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan dana simpanan yang mereka percayakan kepada lembaga keuangan berbasis koperasi maupun syariah. Kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun dapat terganggu ketika komunikasi dan kepastian penyelesaian tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pengamat koperasi menilai, dalam kondisi seperti ini keterbukaan informasi kepada anggota menjadi hal yang sangat penting. Pengurus diharapkan mampu menjelaskan kondisi sebenarnya, langkah penyelesaian yang sedang ditempuh, serta memberikan kepastian mengenai hak-hak anggota.
Hingga liputan ini disusun, pihak BMT Mitra Umat belum memberikan keterangan resmi terkait aksi kedatangan nasabah maupun perkembangan penyelesaian persoalan pencairan dana yang dikeluhkan masyarakat.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas lembaga keuangan berbasis koperasi. Para anggota BMT kini menunggu langkah konkret dari pengurus agar persoalan yang berlarut-larut tersebut dapat segera menemukan titik terang dan mengembalikan kepercayaan masyarak.
Jurnalis Hendri S

Social Header