Breaking News

Atap Kelas SDN 2 Sribit Klaten Ambruk, Gubernur Jateng Harap Perhatikan Kondisi Sekolah Tua


LIPUTAN KHUSUS KLATEN, — Atap ruang kelas II SD Negeri 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena seluruh siswa telah pulang sebelum kejadian.

Kepala SDN 2 Sribit, Sri Rejeki, mengatakan atap runtuh secara tiba-tiba setelah terdengar suara retakan dari bagian atas bangunan.

“Kami mendengar suara seperti ‘krek-krek’, lalu langsung ambruk. Saat itu ruang kelas sudah kosong,” ujar Sri Rejeki saat ditemui di sekolah, Jumat (3/4/2026).

Menurut dia, kegiatan belajar mengajar pada hari itu berakhir sekitar pukul 12.10 WIB. Sementara itu, siswa kelas II telah lebih dahulu pulang sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kejadian berlangsung, para guru masih berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti rapat di ruang guru.

Ia menambahkan, kondisi cuaca sebelum kejadian relatif normal tanpa hujan atau angin kencang yang signifikan.

Akibat kejadian tersebut, kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas II, tetapi juga berdampak pada ruang kelas I dan perpustakaan yang berada di sisi kanan dan kiri. Material atap berupa genteng dan rangka kayu jatuh ke dalam ruangan dan merusak bagian interior kelas. Orang tua murid berharap Gubernur Jateng memperhatikan sekolah tua agar tidak ada musibah sekolah ambruk menimpa siswa.

Sri Rejeki menyebutkan, perbaikan terakhir pada bagian atap dilakukan pada tahun 2005 dan bersifat perbaikan ringan.

“Sejak itu belum ada renovasi besar, hanya perawatan seadanya,” katanya.

SDN 2 Sribit memiliki 32 siswa yang terbagi dalam enam tingkat kelas. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) mengalami penyesuaian. Siswa kelas I dan II dijadwalkan belajar dari rumah, sementara kelas lainnya tetap masuk dengan pengaturan penggunaan ruang secara bergantian.

Mulai Senin (6/4/2026), seluruh siswa direncanakan kembali masuk sekolah dengan skema pembagian ruang darurat, di antaranya memanfaatkan ruang kelas lain, ruang guru, serta ruang kepala sekolah.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menyatakan kerusakan terparah terjadi pada ruang kelas II.

“Untuk kelas II atap roboh total. Di kelas I, kuda-kuda atap sudah melengkung, sedangkan di perpustakaan beberapa bagian reng mengalami kerusakan,” ujarnya.

BPBD Klaten telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten guna penanganan lebih lanjut serta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.

Jurnalis:Hendri S
© Copyright 2022 - LIPUTANKHUSUS.ID